24
AUG
2015

Al-Madinah, Mendidik dan Mengajar

Mari kita sejenak mengingat maraknya tawuran antar sekolah yang sering terjadi akhir-akhir ini, sebagaimana diberitakan di berbagai media. Dari fenomena tersebut kita bisa melihat bahwa sekolah yang menjadi tempat siswa berlajar secara formal belum bisa menjadi contoh atau uswah dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Sampai saat ini bisa dikatakan bahwa kebanyakan sekolah menjalankan fungsinya sebagai lembaga pengajaran, bukan sebagai lembaga pendidikan. Pendidikan berbeda dengan pengajaran, pendidikan lebih bersifat mengubah  sikap dan perilaku. Karena pendidikan merupakan gabungan dari kognitif, afektif dan psikomotorik, yakni dari tidak bisa menjadi bisa, dan dari tidak baik menjadi baik. Sedangkan pengajaran lebih bersifat pada kognitif saja, yakni transfer ilmu pengetahuan.

Yayasan Abah Luthfi melalui lembaga pendidikan al-madinah, mempunyai niat untuk menanamkan pendidikan kepada siswanya, melalui uswah yang baik. Jadi, semua orang akan menjadi baik tentunya dengan melihat apa yang dia lihat tiap harinya.

Tidak hanya itu, sesuatu hal baik juga harus diimbagi dimensi-dimensi lain; dalam dunia pendidikan tentunya standar yang sudah ditentukan oleh pemerintah melalui delapan standar pendidikan nasional. Yaitu: Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar  Pendidik Dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana Dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, Standar Penilaian Pendidikan.

Namun pada hakikatnya, sekolah unggulan atau sekolah adalah sekolah yang dibangun secara bersama-sama oleh seluruh warga sekolah, bukan hanya oleh pemegang otoritas pendidikan. Keunggulan akan dapat di capai apabila seluruh sumber daya sekolah dimanfaatkan secara optimal. Berarti tenaga pendidik, tenaga administrasi, pengembang kurikulum, kepala sekolah, dan penjaga sekolah pun harus dilibatkan secara aktif, karena sumber daya tersebut akan menciptakan iklim sekolah yang mampu membentuk keunggulan sekolah.Kunci utama sekolah unggul adalah keunggulan dalam pelayanan kepada siswa dengan memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi siswa seoptimal mungkin, serta seimbang (tawazun). Tentunya hal ini meliputi hal-hal yang diterapkan dalam sekolah, mulai dari manajerial sekolah yang baik; materi, kurikulum serta proses pembelajarn yang ideal; dan profesionalisme tenaga pendidik.

Berangkat dari latar belakang di atas, Yayasan Abah Luthfi Center ingin mewujudkan cita-cita al-madinah menjadi sekolah yang diperhitungkan dalam dalam kancah lokal maupun nasional.

admin

Leave a Reply

*

captcha *